Friday, June 3, 2011

Mari Membaca dan Mempelajari al-Quran

Membaca dan mempelajari Al Qur’an adalah amalan yang diajarkan oleh Rasulullah sas kepada kaum muslimin. Didalamnya ada petunjuk bagi muslimin dalam menjalani kehidupan di dunia ini, baik masalah ibadah maupun mu’amalah untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Dan muslimin yang terbaik adalah yang mau mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an sebagaimana Sabda Nabi sas:

Dari Utsman bin ‘Affan ra dia berkata, Rasulullah sas bersabda: ”Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” HR Bukhari.

Bagi orang yang mau membacanya atau menghafalkannya tentu ada kebaikan dan keutamaan yang akan dia dapatkan, sebagaimana sabda Nabi sas:

Dari Abi Umamah ra dia berkata: aku telah mendengar Rasulullah sas bersabda: “Bacalah Al Qur’an karena pada hari kiamat nanti dia (Al Qur’an) akan menjadi syafa’at bagi pelaku-pelakunya.” HR Muslim.

Kata-kata bacalah bisa membaca dengan teks atau tanpa teks yakni dengan menghafal sebagaimana hadits tentang turunnya wahyu pertama diana disebutkan bahwa malaikat Jibril memerintahkan kepada Nabi sas untuk membaca dengan ucapan ???????, padahal Nabi sas belum mempunyai lembaran-lembaran yang bertuliskan Al Qur’an dan beliau adalah seorang Nabi yang ummi, tidak mengerti baca tulis.

Syafa’at adalah permintaan pertolongan. Dan yang dimaksud dalam hadits di atas adalah bahwa Al Qur’an akan memintakan pertolongan untuk orang yang membaca, menghafal dan mengamalkan isinya, kepada Allah.

Para penghafal Al Qur’an adalah orang-orang khusus yang Allah sebut sebagai ahli-Nya.

….dari Annas bin Malik ra dia berkata, Rasulullah sas bersabda: “Sesungguhnya bagi Allah itu keluarga.” Ditanyakan, siapakah mereka itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: “ Ahlul Qur’an. Mereka itu keluarga Allah dan orang-orang khusus (istimewa) bagi-Nya.” (HR Ahmad, Ibnu Majjah, Ad-Darimi, Hakim, Nasai)

Kebaikan menghafal Al Qur’an tidak hanya diperuntukkan bagi penghafalnya saja, melainkan kebaikan itu juga akan dianugerahkan kepada orang tuanya.

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Amr bin Sarh, telah bercerita kepada kami Ibnu Wahhab, telah menghabariku Yahya bin Ayyub dari Zabban bin Fa’id dari Sahl bin Muadz Al-Juhani dari bapaknya : bahwasannya Rasulullah saw. bersabda : ”barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat Allah akan memakaikan mahkota kapada orang tuanya yang sinarnya itu lebih terang dari sinar matahari ketika menyinari rumah-rumah kalian di dunia. Lantas apa persangkaan kalian tentang orang yang mengamalkan Al-Qur’an ini?.” (Aunul Ma’bud, Sarah Sunan Abi Daud, jz. 4, bab 345, hlm. 229, no. 1450)

Bagi pembaca atau penghafal Al Qur’an tentulah banyak kebaikan.

Telah menceritakan kepada kami Abu Amir, yaitu Qabishah : telah mengabari kami Sufyan dari ’Atha’ bin As-Sa’ibi dari Abil Ahwashi dari Abdillah, dia berkata: ”Pelajarilah oleh kalian Al-Qur’an ini, sesungguhnya kalian akan diganjar dengan sebab membacanya, untuk setiap huruf (mendapat) sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi untuk setiap huruf alif, lam, dan mim, untuk setiap huruf (mendapat) sepuluh kebaikan”.

Allah melarang orang dari sifat iri, ingin memiliki sesuatu milik orang lain. Tetapi Allah membolehkan iri atas para penghafal Qur’an karena kelebihannya.

….bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar rah berkata, aku mendengar Rasulullah sas bersabda: “ Tidak (boleh) iri kecuali atas dua perkara. (Yaitu) seseorang yang Allah berikan kepadanya (kemampuan membaca dan menghafal) Al Kitab (Al Qur’an) dan dia mengamalkannya malam dan siang. Dan seseorang yang Allah berikan kepadanya harta dan dia bersedekah dengannya malam dan siang.” (HR Bukhari)

Ada banyak riwayat yang menyebutkan kebaikan dan keutamaan bagi orang yang membaca surat-surat tertentu, diantaranya hadits berikut:

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah sas bersabda: “ Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian (seperti) kuburan-kuburan. Sesungguhnya syaithon itu lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al Baqoroh.” HR Muslim.

Bagi penghafal Al Qur’an ada keutamaan tersendiri yang menjadikan mereka didahulukan dalam kebaikan daripada yang lainnya.

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah bercerita pada kami Al-Laits dari Ibnu Syihab dari Abdirrahman bin Ka’ab bin Malik, bahwasannya Jabir bin Abdillah r.a telah menghabarinya bahwasannya Rasulullah saw. pernah mengumpulkan (menjadikan satu) antara dua laki-laki (yang syahid) di perang Uhud dalam satu kain. Kemudian beliau bersabda ((mana di antara mereka yang paling banyak mengambil (menghafal) Al-Qur’an)), lalu ketika ditunjukkan kepada beliau kepada salah satu (di antara mereka), beliau mendahulukannya dalam liang lahat dan bersabda: “Kelak pada hari kiamat aku akan menjadi saksi buat mereka.” Lalu beliau memerintahkan untuk mengubur mereka dengan darah-darah mereka tanpa dishalati dan dimandikan. (HR Bukhar)

…Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Sa’id Al-Asyajji yang keduanya (meriwayatkan) dari Abi Khalid, Abu Bakar berkata bahwa telah bercerita kepada kami Abu Khalid Al-Ahmari dari Al-A’masy dari Ismail bin Raja’ dari Aus bin Dlam’aj dari Abu Mas’ud r.a berkata : Rasulullah saw. bersabda : ((menjadi imam (untuk) suatu kaum adalah orang yang paling banyak bacaan (hafalan) Al-Qur’an, jika mereka itu sama dalam soal hafalan, maka di antara mereka yang paling tahu As-Sunnah, jika mereka sama tahu dalam soal As-Sunnah, maka orang yang paling dulu hijrah, jika mereka sama dalam soal hijrah, maka orang yang paling dulu masuk Islam, dan bener-bener jangan seseorang itu menjadi imam seseorang yang lain pada kekuasaannya ……..dst. (HR Muslim)

Bagi penghafal Al Qur’an ada jannah yang disediakan menurut hafalannya. Semakin banyak hafalan, semakin tinggi pula derajat jannah baginya.

…..dari Abdullah bin ‘Amr ra dari Nabi sas beliau bersabda: “ Dikatakan kepada Ahlul Qur’an (penghafal Al Qur’an) dihari kiamat, “Bacalah dan naiklah ke tingkatan-tingkatan (jannah). Dan tartillah sebagaimana engkau telah (membacanya) dengan tartil di dunia. Maka sesungguhnya tempatmu (di jannah) adalah (menurut) akhir ayat yang engkau baca.” HR Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi

Bahkan Rasulullah sas mencela orang yang tidak pernah membaca Al Qur’an.

Dari Ibnu Abbas ra dia berkata, Rasulullah sas bersabda: “Sesungguhnya orang yang di tenggorokannya tidak ada sedikitpun dari Al Qur’an itu seperti rumah yang roboh.” HR Tirmidzi

Orang yang tidak pernah membaca Al Qur’an itu hidupnya tidak bermanfaat/sia-sia seperti rumah yang roboh, tak berguna.

Masih banyak nash-nash yang mengabarkan kepada kita keutamaan dan keuntungan membaca dan menghafal Al Qur’an.

Wallahu a’lam.

0 comments:

Post a Comment