Mari Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti

Ayo Menghafal Alquran

Sebaik-baik Kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya

Belajar Alquran Yukkk

Hiasilah rumahmu dengan bacaan Alquran

Menghafal Alquran Yuuuuk

Hiasilah lisanmu dengan dzikir dan membaca Alquran

Mari Menghafal Alquran

Hiasilah lisanmu dengan dzikir dan membaca Alquran

Ayo Menghafal Alquran

Hiasilah lisanmu dengan dzikir dan membaca Alquran

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti.

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti..

Ayo Menghafal Alquran

Mari Menghafal Alquran karena Alquran akan memberi syafaat di Hari Kiamat nanti..

Sunday, April 24, 2011

Teknik Cepat Menghafal Alquran

Ahlamdulillah. ..

Setelah muter2 mencari cara yang cepat untuk menghafalkan ayat ayat
Al Quran akhirnya menemukan juga metode yang pas dan cocok

Teman2 bisa membuka di http://cokiehti. wordpress. com
disitu ada "CD Room Al Quran MP3" yang bisa disetel per ayat sehingga
kita lebih gampang untuk menghafalnya

selain itu temen2 juga bisa memakai metode ini:
Metode ini ditulis oleh seorang juara lomba menghafal Al Quran
tingkat Internatsional ( semoga Allah merahmati beliau )

MATODE MENGHAFAL QUR'AN

Bersama Mudhawi Ma'arif

I. Pendahuluan
Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat
kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan
dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah:
1. Persiapan (Isti'dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan
setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan
memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan
membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan
langsung dihafal secara mendalam)
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan
hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-
benar hafal diluar kepala
2. Pengesahan (Tashih/setor)
Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-
ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan
antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan
oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau
diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru
kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan
disahkan
3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaa n)
Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang
sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih
dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-
benar mengijinkannya
II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-
hamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an
3. Istiqomah sampai ajal musamma
4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij
al huruf)
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-
hafidzah)
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca
setiap ayat 5 kali)
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an (al-qur'an pojok)
8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
9. Memahami ayat yang akan dihafal
III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):
1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas
kedalam pikiran dan hati
3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan
huruf-huruf dan tempat-tempatnya
4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan
5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata
tetap terpejam dan santai)
6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata
tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah
(garis bawah/distabilo)
9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah
menjadi kuat

Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat
ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya
dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan
lagi konsentrasi
2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi
dan tenang
3. Ulani kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-
benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat
baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi
kesinambungan hafalan
4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke
belakang
5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian
dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)
6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus
digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya.
B. Sistem Jama'i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang
(partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:
a. Bersama-sama baca keras
b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya
membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya
dengan gantian.
Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta,
dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:
1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah
2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat
baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah
untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama
b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem
gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru)
kearah halaman lama
2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-
sama
b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama
dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai
dari sebelah kiri.
c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca
secara bergantian tadi.
3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca
bergiliran oleh masing-masing pasangan.
Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang
berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkann ya dengan kelompok
lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya
tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah
seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.
c. Muroja'ah ditempat:
1. Kembali ketempat semula.
2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik
muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada
pertemuan berikutnya
4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.
IV. Keistimewaan sistem jama'i
1. Cepat menguasai bacaan al-qur'an dengan benar
2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-
qur'an didepan orang lain
3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca
4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur'an
5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik
6. Menguatkan hafalan lama dan baru
7. Semangat muroja'ah dan menambah hafalan baru
8. Meringankan beban ustad
9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur'an
10. Mampu berda'wah dengan hikmah wa al-mau'idhah al-hasanah
11. Siap untuk dites dengan sistem acakan
12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan
V. Jaminan
1. Hafalan al-qur'an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang
sesingkat-singkatny a
2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat
3. Pilihan Allah dan memperoleh surga `adn diakhirat nanti
(surah fatir: 23-24)
VI. Metode Muroja'ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi
atau jama'i)
Ayat-ayat al-qur'an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-
`ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan
dimuroja'ah. Berikut ini cara muroja'ah:
1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca
sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.
2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan
suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.
3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/
jama'ah/istri/ suami dst
4. Ketika lupa dalam muroja'ah maka lakukan berikut ini:
· Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-
ingat terlebih dahulu
· Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan
melihat mushaf dan
· Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena
lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena
faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah
nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah

Cara Cepat Menghafal Al-Quran

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad r. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:

Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:

1- Bacalah ayat pertama 20 kali:

2- Bacalah ayat kedua 20 kali:

3- Bacalah ayat ketiga 20 kali:

4- Bacalah ayat keempat 20 kali:

5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.

6- Bacalah ayat kelima 20 kali:

7- Bacalah ayat keenam 20 kali:

8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali:

9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali:

10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?

Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.

Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.

Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.

- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?

Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.

Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.

- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?

Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.

Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).

Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:

- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",

- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",

- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",

- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",

- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",

- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",

- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".

Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( ??? ???? ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:

- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,

- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,

- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,

- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,

- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,

- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,

- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".

Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.

- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?

Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).

- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:

1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.

2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.

3- Hafalkanlah mulai dari surat an-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.

5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

Saturday, April 23, 2011

Ijazah Gratis

ijazah ilmu inti asmaul husna (ya hayu,ya aliyu,yamaliyu,ya
wafiu,yawakiyu,yaqowiyu,yagoniyu,yawaliyu,yabaqi)
manfaat mendapatkan semua ilmu yang diiklankan di majalah dan paranormal serta
menyempurnakan ilmu yang telah dimiliki...

ijazah ilmu ayat kursi(ilmu tarekat tingkat tinggi)
manfaat mendapatkan kedudukan dan derajad bersama zat yang maha suci..merupakan
inti quran dan inti semua ilmu serta kitab2 terdahulu

ijazah ilmu 2 kalimah syahadat (ilmu hakikat islam dan jawa yang paling
sempurna)
manfaat menyempurnakan ilmu yang dimiliki,menjadi kekuatan ilahiyah,ilmu yang
ilahiyah dan amal yang amaliyah menuju khusnul khotimah,,,,

syarat puasa 3 hariii...(khusus untuk perempuan)

Friday, April 22, 2011

Menyikapi Rumus Ciptaan Tuhan

Sebagai insan yang terdidik,
seorang mahasiswa sangatlah paham dan mengerti apa sebenarnya subtansi dari
kata ‘hasil atau result(?) Meskipun tidak sedikit dari mereka –termasuk
penulis- yang belum bisa mendefinisakan kata tersebut dengan kalimat yang ‘pas’
dan apik. Sederhanya, ‘hasil’ bisa dikatakan sebuah pencapain akhir dari sebuah
aktivitas atau usaha. Dengan kata lain, hasil merupakan sebuah keadaan yang
terjadi
akibat keadaan (red: aktifitas, usaha dll.) yang terjadi sebelumnya.

Tuhan memang telah menetapkan
sebuah ‘rumus’ yang –mau tidak mau- harus dijalani oleh manusia di muka umi
ini, bahkan semua makhluk ciptaan-Nya. Sehingga dengan rumus tersebut, manusia
yang notabene adalah makhluk yang paling mulia –karena akalnya- bisa
merencanakan segala hal yang ingin dicapainya di hari esok. Selain itu, dengan
rumus tersebut, manusia –setidaknya- bisa menerima segala konsekuensi keadaan
hidup di dunia yang sedang dijalaninya, begitu juga keadaan kehidupan di
akhirat nanti setelah kontrak hidupnya di dunia telah habis. Rumus itu tidak
lain adalah ‘hukum sebab dan akibat’.

Manusia mengakui bahwa rumus yang
telah diciptakan oleh Tuhan ini memang selalu ‘terpraktekkan’ dalam
kehidupannya, baik disadari maupun tidak. Selanjutnya, akal yang telah
dianugerahkan kepada manusia yang memiliki fungsi sebagai ‘barometer’ dalam
menilai sebuah kebenaran juga tidak melihat adanya sedikit ‘kemlesetan’
dalam rumus ini. Ini mengindikasikan bahwa rumus ciptaan Tuhan ini mempunyai
nilai validitas yang paten. Meski di samping itu, tidak sedikit fenomena yang
terjadi di kehidupan ini dan nalar manusia tidak bisa menaruhkan rumus ini dalam
fenomena tersebut. Hal semacam ini sebenarnya tidak menunjukkan bahwa rumu
tersebut
tergores validitasnya. Akan tetapi, lebih kepada nalar manusaialah yang masih
belum bisa mencapai sisi rahasia di balik fenomena tersebut. Karena manusia
yang notabene adalah sang pemilik nalar itu sendiri telah mengakui bahwa nalar
yang dimilikinya mempunyai keterbatasan dalam melihat dan menganalisa sebuah
fenomena kehidupan.

Amalan Sederhana

Amalan Yang Sederhana

"Innamaa amruhuu idzaa arada say'an 'an yakulalahu kun fayakun" Sesungguhnya
keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya:
"Jadilah!" maka terjadilah ia. Dunia seperti berputar dalam sekejab. Ayah yang
tadinya seorang yang mempunyai jabatan kepala cabang disebuah perusahaan swasta
dengan berbagai fasilitas mendadak berhenti bekerja. Perusahaannya bangkrut.
Anak-anaknya dahulu telah terbiasa hidup dalam kemapanan untuk ukuran sebuah
kabupaten. Hal ini membuat ayah berpikir panjang dan ayah seperti ingin
mendidik kami dengan memulai semuanya dari awal. Kami berangkat ke ibu kota
tanpa membawa bekal apapun. Rumah beserta isinya dititipkan ayah kepada paman.

Dikota kami mengontrak pada sebuah rumah tiga petak, ukuran standard kontrakan
di ibu kota. Beberapa waktu berjalan kehidupan kami tidak berubah, sisa uang
pesangon tidak bisa bertahan lama. Hari itu aku melihat ayah berpakaian sangat
rapi, seperti orang yang sedang berangkat kerja kekantor. Awalnya aku senang
karena akan bisa membeli ini dan itu yang aku mau, apalagi aku akan naik kelas
lima begitu juga dengan tiga orang adiku. Ayah selalu berangkat setelah sholat
subuh dan pulang setelah larut malam. " Tidak banyak yang bisa di peroleh hari
ini bu " desah ayah kepada ibu. Mereka mengira semua anaknya telah tidur, tapi
masih terjaga meski tetap dalam keadaan terbaring dan membelakangi mereka. Aku
bertekad membantu mereka, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan ku sendiri.

Keesokan harinya aku berjualan koran di terminal bis pulo gadung dan terkadang
pindah keterminal lain karena di terminallah tempat paling ramai pembeli. Hasil
dari jualan koran aku tabung untuk biaya sekolah dan beli buku yang sering di
suruh oleh ibu guru. Suatu hari secara tidak terduga aku melihat ayah di
terminal kampung melayu. Dia menjadi sopir mikrolet jurusan gandaria. Aku tidak
mengerti mengapa ayah memilih perkerjaan ini mungkin juga karena ijzahnya cuma
sampai tingkat SMU tetapi Dia mempunyai pengalaman hampir dua puluh tahun
berkerja dikantor dan sempat beberapa tahun menjabat sebagai kepala cabang,
mengapa tidak dia gunakan ?. Entahlah, yang jelas hari itu aku marasa kasihan
dengan perubahan hampir seratus delapan puluh derajat. " Bu, ibu mau kemana ?"
tanyaku pada seorang ibu di ujung jalan agar ayah tidak melihatku " ke Gandaria
memang kenapa tanya-tanya" jawab ibu itu penasaran. " Ibu naik antrian paling
belakang saja ya bu, tolong" pinta saya pada ibu itu. " Loh memangnya kenapa ?
bukannya malah jadi lama" ibu itu semakin penasaran", aku hanya tertunduk "
Karena angkutan itu yang membawa adalah ayahku" jawabku dengan pelan. Begitulah
terus aku bertanya kepada setiap orang yang lewat. Aku ingin angkutan ayahku
selalu penuh agar ayahku senang.

Malam harinya ayahku mendapat laporan dari ibu yang di beritahu oleh teman
bahwa aku tidak masuk sekolah hari itu. Ayah memukul kakiku karena dikira sibuk
bermain seharian sampai lupa sekolah, aku tidak peduli, aku tetap bahagia
karena telah bisa membantu ayah. Beberapa tahun berlalu aku tidak berubah
menjadi orang hebat seperti di banyak buku. Aku hanyalah pegawai kecil pada
sebuah perusahan kecil di Jakarta. Sewaktu ibuku meninggal dunia, aku berusaha
merawat ayahku sebaik-baiknya beserta adik-adiku yang mulai bisa mandiri. Mata
Ryan masih basah mengenang perjalanan hidupnya. Masjid memang tempat
bersilaturahmi paling layak bagi sesama muslim. Saling nasehat menasehati agar
kita bisa tetap dijalanNya.

Mungkin karena sering di pukul oleh ayahnya dulu , kaki Ryan tampak agak
pincang ketika berjalan entahlah yang jelas hampir setiap hari dengan berjalan
terbata-bata ia memapah ayahnya kemasjid untuk sholat berjamaah atau
berkeliling komplek pada pagi hari menghirup udara segar ciptaan Tuhan. Mungkin
tipe orang seperti Ryan bukanlah tipe orang seperti Abdurrahman bin Auf yang
rajin bersedekah dengan hartanya atau Utsman bin Affan yang juga pengusaha atau
sahabat yang punya amalan hebat seperti Abu Bakar As siddiq dan Umar bin
Khattab. Mungkin gambaran sederhana yang bisa disandingkan hanyalah Uwais Al
Qarni , sosok pemuda yang pernah dimintai doa oleh Ali ra dan Umar ra atas
perintah dari Rasulullah, padahal dua orang sahabat itu sudah dijamin masuk
syurga.

Wednesday, April 20, 2011

Nasehat Dari Anak-Anak Yang Tegar

Lama anak saya memandang kearah wajah saya yang sedang menonton berita pagi di
televisi. Dia tidak perduli dengan apa yang terjadi pada kotak ajaib tersebut.
" Yah kok mata ayah berair , ayah nangis yah..?" tanyanya penuh selidik. Saya
tidak berusaha menjawab, tapi memeluknya sambil mendudukannya di pangkuan. "
Anak yang bernama Tegar itu harus tegar menghadapi dunia, menerima tanpa harus
mengerti kebencian ayah tirinya yang menyebabkan kakinya terputus setelah di
lindas oleh kereta api" kata pembawa acara di televisi. Sang ayah akhirnya di
ganjar hukuman sepuluh tahun penjara sedangkan sang anak yang masih berumur
empat tahun akan menanggung penderitaan tersebut seumur hidupnya.

Berbanding terbalik di Facebook saya mendapat kiriman berita lama yang di rekam
lalu di sebar melalui media internet tentang seorang anak yang berusia enam
tahun yang mengurusi semua keperluan ibunya mulai dari memasak, menyuapi ,
memandikan bahkan membuang kotoran ibunya karena sejak dua tahun yang lalu si
ibu mengalami kelumpuhan karena terjatuh. Ayah sianak telah lama tidak pulang
kerumah setelah beberapa tahun yang lalu pergi merantau ke Malaysia. Anak itu
bernama Sinar dan hari itu, sinar sianak tersebut telah menyilaukan mata saya
dengan amalnya, dengan cintanya dan dengan kasih sayang untuk ibunya.

Banyak para orang tua yang berharap bisa melahirkan seorang anak, tetapi tidak
ada seorang anakpun yang meminta untuk dilahirkan, dia murni amanah dari Allah
Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengatakan bahwa
Warisan bagi Allah 'Azza wajalla dari hambaNya yang beriman ialah puteranya
yang beribadah kepada Allah sesudahnya. hadist ini di riwayatkan oleh HR.
Ath-Thahawi. Namun Rasulullah juga menasehati yang diriwayatkan oleh Ibu
'Asakir bahwa anak bisa menyebabkan kedua orangtuanya menjadi kikir dan
penakut. Pemenuhan masalah ekonomi memang menjadi salah satu penyebab
kerenggangan didalam sebuah rumah tangga, baik itu dengan anak karena jarang
berkomunikasi maupun dengan istri atau suami karena tuntutan-tuntutan yang
diluar jangkauan.

Sesuatu yang memisahkan dan membedakan antara seorang anak dengan orang dewasa
adalah waktu, sesuatu yang Allah pernah bersumpah atas namanya, bahwa kita
berada dalam sebuah kondisi yang menyebabkan kita merugi kecuali orang yang
beramal salih, al 'amilussholikhat. Kita adalah mantan anak-anak, sedangkan
anak-anak adalah calon orang dewasa. Kesalahan sekecil apapun yang pernah kita
lakukan pada masa kecil tidak layak kita wariskan kepada anak kita. Ukiran
kebaikan orang tua yang tertanam didada kita harus kita buat lebih indah didada
anak-anak kita. Melihat senyum tegar dengan kakinya buntung seperti ingin
berteriak kepada saya " Tidak ada gunanya memberitahukan orang lain tentang
kesulitan anda , sebagian dari mereka tidak perduli dan sebagian lagi justru
senang mendengarkan keluhan anda tanpa mau berbuat apa-apa, tegarlah dan
sandarkan hidup hanya kepada Allah"

Tuesday, April 19, 2011

Pelajaran Yang Tidak Pernah Selesai

"Berburu kepadang datar, dapat rusa belang kaki, berguru kepalang ajar bagai
bunga kembang tak jadi". Terhirup aroma ilmu yang menyambangi pagi dari di
balik dinding-dinding merah putih yang semakin lama semakin tampak tak putih
lagi. Semua murid menatap Pak guru dengan khidmat, menunggu terjadinya
perpindahan ilmu, menerima segala nasehat-nasehat yang membuat mereka terpaku.
"Meraih bintang itu tidak mudah anakku, selalu ada bekal yang mesti di
persiapkan, rajin-rajinlah kalian membuka mata dan telinga untuk membaca segala
gejala pada alam semesta agar kita bisa mengerti bahwa mereka di ciptakan untuk
kita syukuri".

Tidak jauh dari sekolah kecil itu, seorang anak di pinggir kali, menumpuk
buku-bukunya diatas rumput. " oooiiii Aman kamu tidak sekolah !!" terdengar
suara teriakan seorang bapak dari tengah-tengah sawah di seberang kali " Tidak
Pak, aku mau bantu Bapak saja di sawah" jawab anak itu sambil buka baju dan
menumpuknya diatas buku. Anak itu kemudian menghampiri ayahnya yang sedang
mencangkul. " Mengapa kamu tidak sekolah Man, kamu bisa bodoh nanti " tanya
sang ayah penasaran. " Belajarkan bisa dimana saja Pak tidak harus di sekolah,
kata guru ngaji semalam yang menyelamatkan kita nanti di akhirat itu adalah
amal bukan ilmu" jawab Aman membela diri. Sang ayah berhenti mencangkul
mendengar bantahan anaknya " Setiap amalan itu harus berdasarkan ilmu nak,
Rasulullah sendiri memerintahkan kita untuk menuntut ilmu agar kita bisa
membedakan mana yang haq dan mana yang batil, mana yang bermanfaat dan mana
yang merugikan" kata ayahnya sambil memegang dada, seperti orang kesakitan.
Aman diam saja sambil terus mencangkul menggemburkan tanah yang akan ditanami.
Anak yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar itu terus berfikir apakah
nasib keluarganya akan berubah hanya karena merubah status dari tidak tahu
menjadi tahu, atau dari tidak paham menjadi paham ? seperti apa manfaatnya
mengetahui bahwa bumi mengelilingi matahari dengan apa yang bisa dia makan esok
hari.

Walaupun konsumsi perut dan kepala berbeda tetapi banyak juga orang membuat
keterkaitan satu sama lain. Para koruptor yang tergolong orang yang
berpendidikan dan memiliki pengetahuan yang cukup telah mengakomodasi seluruh
isi kepalanya untuk menuruti kemauan perutnya. Untuk pintar seseorang memang
harus sekolah, tetapi apa yang didapat setelah predikat pintar disandang, tentu
saja lebih dari sekedar mencari nasi tetapi juga tawaran dari berbagai posisi.
Tidak bisa di pungkiri lebih dari sembilan puluh persen tujuan akhir sekolah
adalah pencapaian materi, dan hanya sedikit yang menyisakan kepintaran untuk
sebuah dedikasi.

Ketika Aman pulang dari sawah siang harinya, dia berpapasan dengan Pak guru
yang pulang mengajar. Pak guru menanyakan mengapa Aman tidak masuk sekolah hari
itu, tapi Aman malah bertanya balik kepada Pak guru tersebut " Mengapa kita
harus belajar di sekolah Pak, bukankah ketika kita belajar ilmu pengetahuan
alam kita harus berada di alam terbuka agar kita tidak hanya sekedar mengetahui
tetapi juga memahami cara kerja alam semesta, ketika kita belajar ilmu sosial
maka kita harus berada di masyrakat dan menerapkan nilai sosial secara langsung
" . Pak guru hanya tersenyum mendengar nalar kritis dari muridnya " Benar Aman,
tapi semuanya mempunyai wadah. Tidak mungkin kita mengumpulkan semua murid di
pasar hanya untuk tahu ilmu pemasaran, Untuk mengetahui sesuatupun ada
prosesnya. Kita juga tidak bisa menggiring setiap orang pada apa yang kita
mau." Kata Pak guru tidak mau memperlebar masalah karena sekolah memang tempat
dibeku dan dibakukannya ilmu agar mudah disampaikan, tugas sang muridlah nanti
yang mencairkan dan menuangnya pada tempat yang diinginkan.

Pada malam harinya di pengajian ba'da maghrib Aman semakin di perkuat dengan
cerita dari guru ngaji yang diambil dari matsnawi Jalaludin Rumi. Dikisahkan
sorang petani yang hendak membawa sekarung gandum kepasar kesusahan
menyeimbangkan beban di punggung keledai miliknya dan untuk menyeimbangkannya
dia mengambil sekarung pasir untuk di letaknya disisi yang lain. Petani
tersebut pergi kepasar dengan memakan waktu lebih lama dari biasanya karena
beban yang ada pada keledai terlalu berat. Sewaktu beristirahat petani tersebut
bertemu dengan seorang yang berpakaian compang- camping mirip seorang pengemis
tetapi orangtersebut tidak mau disebut pengemis. Setelah berdialog dengannya,
petani tersebut sangat kagum dengan ketinggian ilmu dari orang tersebut. Salah
satu dari nasehat dari orang itu mengatakan bahwa beban yang diderita keledai
bisa di peringan dengan membagi dua gandum sehingga separuh disebelah kiri dan
sebelah lagi disebelah kanan dan bukan mengganti dengan pasir yang justru
memperberat beban keledai sehingga keledai tersebut berjalan dengan lambat.

"Kisanak sangat cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas, sebenarnya apa
pekerjaan kisanank ?" kata petani tersebut penasaran dengan kehebatan orang
didepannya. " Saya tidak mempunyai pekerjaan apa-apa, saya melangkah kemanapun
kaki saya mau" jawab orang tersebut acuh-tak acuh. " Lalu bagaimana dengan
keperluan sehari-hari seperti makan dan minum ?" tanya petani tersebut
penasaran. " Aku tidak pernah meminta tapi jika ada yang memberi aku terima
jika tidak maka aku akan puasa" jawab orang itu. Kemudian tanpa basa basi
petani tersebut pergi meninggalkan orang tadi. " Aku bisa saja bodoh tapi aku
mampu menghidupi diriku sedangkan kepandaianmu tidak berpengaruh apa-apa
terhadap dirimu, aku tidak suka medekati orang malas sepertimu" kata petani
tersebut dari jauh.

Aman menyimak dengan serius cerita dari guru ngajinya. "Anak-anaku hikmah yang
mesti diambil adalah bahwa banyak diantara kita yang berilmu tetapi ilmu itu
tidak bermanfaat baginya selain sebagai kebanggaan semata. Ada orang yang
mempunyai pemahaman agama yang sangat tinggi tapi ahlaknya tidak mencerminkan
apa yang telah dia pahami. Ada juga yang memiliki ilmu tetapi tidak tahu
bagaimana memanfaatkan ilmu tersebut seperti banyak sarjana yang dilahirkan
bangsa ini. Ada juga yang tidak berilmu tetapi dia di wakili oleh selembar
kertas yang mengatakan kalau dia berilmu, padahal tidak, dia sekolah hanya
untuk selembar kertas tersebut. Oleh sebab itu hati-hatilah anakku setiap apa
yang kita kerjaan akan dimintai pertanggung jawaban nanti oleh Allah SWT, apa
yang bapak ceritakan bukan membuat kalian jadi tidak mau sekolah untuk menuntut
ilmu, jangan jadikan kelemahan orang lain menjadi penghalang bagi kita untuk
berusaha, kita justru harus membuatnya berbeda" kata guru tersebut sambil
menutup kitab fiqih yang telah dikaji terlebih dahulu sebelum bercerita kepada
murid-muridnya.

Aman terdiam merenung dirumah, banyak orang yang salah kaprah dalam
memanfaatkan ilmu termasuk cerita lucu dari temannya yang ditugaskan pak guru
untuk mengganti tiang bendera yang patah " Nang tolong ukur dulu tinggi tiang
lama ya biar tidak kerja dua kali" kata pak guru kepada Nanang temannya. Nanang
lalu memanjat ting itu untuk mengukurnya." Kenapa harus naik Nang ? nanti jadi
patah lagi, cabut aja terus ukur di bawah" kata pak guru. " Loh tadi kan pak
guru menyuruh saya mengukur tinggi tiang bendera bukan panjang tiang " jawab
Nanang asal kena. Dalam matematika panjang dan tinggi hanya dibedakan oleh
posisi yang satu horisontal yang satu vertikal, tapi ketika jadi rumus kenapa
nampak begitu susah bagi anak-anak. Apakah pintar itu indentik dengan kesulitan
? pasti ada yang salah, pikir Aman.

Beberapa tahun kemudian setelah menamatkan kuliah di ITB bandung, Aman
mendedikasikan dirinya sebagai guru di kampung halaman tercinta dengan metode
penyederhanan, bahwa sehebat apapun masalah harus disederhanakan terlebih
dahulu untuk kemudian di pecahkan. Aman mendirikan sekolah Alam yang mengajak
murid-muridnya tidak hanya menerpkan prinsip 5W1H pada perbuatan tapi juga pada
pemikiran, bahwa apapun yang dipelajari harus bisa bermanfaat bagi diri maupun
orang lain. Hasilnya beberapa orang muridnya berhasil menduduki peringkat
tertinggi sekabupaten.